Kamis, 07 April 2011

AYAM UTK JUNKFOOD

Detik Health

* detik.com
* Home
* HIDUP SEHAT
* PENYAKIT & OBAT
* IBU & ANAK
* BERITA
* KONSULTASI
* FORUM
* INDEKS

Kamis, 7 April 2011
detikMap
BukuKuning



Forum Health
Register | Login
» Thread Pilihan
forum
Rabu, 6/04/2011 11:38 WIB
Karaoke, Cara Alami Redam Hipertensi
Posted : revvramadhan

*
Anda Tukang Lembur? Awas Sakit Jantung!
*
Delapan Makanan Sehat Pengganti Daging

Berita Lain

* Kamis, 07/04/2011 18:03
Kulit Bokong Paling Sering Belang Meski Sudah Ditutupi
* Kamis, 07/04/2011 17:16
Penderita Lepra di Indonesia Terbesar ke-3 di Dunia
* Kamis, 07/04/2011 16:44
Semua Perempuan Punya Risiko Kanker Serviks
* Kamis, 07/04/2011 15:47
Ilmuwan: Rahasia Umur Panjang Adalah Rajin Belanja
* Kamis, 07/04/2011 15:02
'Dosa Besar Jika Puyer Bayi Dicampur Antibiotik'
* Kamis, 07/04/2011 14:38
Pentingnya Belajar Pertolongan Pertama untuk Orang Indonesia

Indeks Berita
Cari Obat
Cari Lokasi


Home
Artikel terkait :

* Pandemi Resistensi Antibiotik Mengancam Dunia
* 40 Persen Antibiotik Digunakan Tidak Tepat
* Antibiotik Bisa Berbalik Dari Menyembuhkan Jadi Membahayakan
* Hati-hati Makan Daging dari Ternak yang Diberi Antibiotik
* Pelacur Tularkan Sifilis ke Ratusan Napi Demi Uji Antibiotik

Kamis, 07/04/2011 14:03 WIB
Ayam untuk Junk Food Banyak Disuntik Antibiotik

Vera Farah Bararah - detikHealth


img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Hampir semua orang menyukai makanan junk food terutama ayam gorengnya yang renyah dan besar. Tapi masyarakat sebaiknya mulai membatasi diri dan berhati-hati, karena ayam junk food yang dijual bisa mengandung antibiotik.

"Makanan junk food seperti ayamnya itu dikasih antibiotik sebagai growth promotenya," ujar Prof Iwan Dwi Prahasto dalam acara jumpa pers seminar 'Antimicrobial Resistance-Containment and Prevention' di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (7/4/2011).

Prof Iwan menuturkan sekitar 20-25 persen, antibiotik digunakan untuk binatang seperti ayam yang berfungsi sebagai growth promotenya dan antibiotik ini juga terdapat di dalam telur ayam. Padahal antibiotik adalah salah satu jenis obat yang digunakan untuk memerangi penyakit akibat bakteri.

"Jadi kalau seseorang makan ayam maka ia dengan tidak sadar mengonsumsi antibiotik secara gratis. Padahal penggunaan antibiotik untuk binatang ini tidak relevan," ujar Prof Iwan yang merupakan Guru Besar Farmakologi FK UGM ini.

Antibiotik ini tidak hanya berbahaya bagi binatang tersebut tapi juga pada orang yang makan daging atau telur hewan ternak yang diberi pakan antibiotik. Kondisi ini bisa memicu terjadinya resistensi terhadap antibiotik, karena semakin sering seseorang terpapar antibiotik maka akan semakin cepat pula terjadinya resistensi.

"Kalau tidak diperlukan maka antibiotik ini akan mengganggu bakteri normal yang ada di dalam tubuh manusia dan bisa menyebabkan bakteri baik ini berubah menjadi bakteri yang menyebabkan penyakit, sehingga orang tersebut menjadi gampang sakit," ungkapnya.

Setiap kali seseorang mengonsumsi antibiotik, maka bakteri yang sensitif akan terbunuh dan bakteri yang kebal akan terus hidup, tumbuh dan berkembang biak. Penggunaan antibiotik yang berulang-ulang dan tidak tepat adalah penyebab utama peningkatan jumlah bekteri yang kebal terhadap antibiotik.

Penggunaan antibiotik yang tidak tepat bisa menyebabkan terjadinya kekebalan pada kuman sehingga nantinya membutuhkan antibiotik satu tingkat diatasnya yang tentu saja memiliki efek toksisitas yang lebih tinggi.

Di Eropa antibiotik telah dilarang digunakan untuk tambahan pakan ternak selama bertahun-tahun dan larangan serupa akan dilaksanakan di Korea Selatan tahun depan.


(ver/ir)




Komentar terkini (11 Komentar) · Follower Komentar 0
Baca Komentar
Kirim Komentar
Share

*
*
*

Tutup
Share to Facebook:

You are redirected to Facebook
Share to Twitter:

You are redirected to Twitter
Share via Email:

Share via Email

To: Separate email addresses with commas (,)
From: Your email address
Message:


loadingSending your message

Message has successfully sent

An Error has Occured
Baca Juga:

* Ayam untuk Junk Food Banyak Disuntik Antibiotik
* Pandemi Resistensi Antibiotik Mengancam Dunia
* Diputus Pacar Rasanya Bisa Menyamai Serangan Jantung
* Ekstasi Nikmatnya Sesaat, Setelah Itu Jadi Cepat Pikun

Redaksi: redaksi[at]detikhealth.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Elin di elin@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.520).
.: Home | Hidup Sehat | Obat & Penyakit | Ibu & Anak | Berita | konsultasi | Forum | Indeks :.
.: detikcom | detikNews | detikFinance | detikHot | detikI-net | detikSport | detikFood | Sepakbola :.
.: detikFoto | detikTV | detikSurabaya | detikBandung :.
.: detikForum | Suara Pembaca | Surat dari Buncit | Makan Enak (MEOK) | Info Iklan | Sindikasi :.
Copyright © 2011 detikcom, All Rights Reserved | Redaksi | Karir | Kotak Pos | Info Iklan | Disclaimer
detikcom

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar